
BAB IV
MANUSIA dan CINTA KASIH
Hay sobat !!
nah pada Bab ini saya akan menjelaskan tentang hubungan nya manusia dan cinta
kasih sebelum itu saya akan menjelaskan tentang CINTA dulu cinta adalah perasaan seseorang terhadap sesuatu
yang sangat menarik atau sangat kasih . manusia pasti memiliki rasa cinta dan
terutama cinta terhadap tuhan yang sangat mendalam .
Cinta
memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia :
-
Sebuah
cinta merupakan landasan dalam kehidupan berkeluarga terutama terhadap seorang suami istri ,
pemberian cinta kasih terhadap anak dan
mendidiknya
-
Cinta
juga pengikat yang kokoh terhadap manusia dan Tuhan
Dalam
bukunya seni mencintai : ERICH FREMM
Mnyebutkan bahwa cinta itu member bukan menerima dimana
hal terpenting dalam member ialah hal hal sifat
manusiawi dan berikut unsure
dasar tertentu :
-
Pengasuhan
-
Pengorbanan
-
Tanggung
jawab
-
Perhatian
-
Pengenalan
HIKMAH
CINTA
Hikmah
Cinta adalah orang yang telah di beri kepahaman dan kecerdasan oleh tuhan saja yang mampu merenungkan ada
pun di antara nya sebagai berikut :
-
Cinta
merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia karena setiap
cinta akan mengalami berbagai macam rintangan
-
Cinta
merupakan pendorong dan pembanfkit yang paling besar
-
Cinta
merupakan pengikat paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga dan
bermasyarakat
KASIH
SAYANG
Kasih
saying adalah peerasaan saying , perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang .
Cara
pemberian kasih sayang orang tua terhadap anak nya dan begitu sebalik nya
sebagai berikut :
-
Orang
tua bersifat aktif , si anak bersifat pasif
: dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik
moral maupun materi dan si anak menerima tanpa memberikan respon apapun
-
Orang
tua bersifat pasif , si anak bersifat aktif
: dalam hal ini si anak berlebih lebihan memberikan kasih sayang
terhadap orang tuanya , kasih sayang ini di berikan sebalah pihak
BAB VII
MANUSIA dan KEADILAN
KEADILAN
KEADILAN
MENURUT ARISTOTHELES
Adalah
kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan di artikan titik tengah yang
menyangkut dua orang atau benda , bila kedua
orang tsb mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan maka masing masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama , kalau
tidak sama maka masinng masing oraqng akan menerima bagian yang tidak sama ,
sedangkan pelanggaran terhadap proporsi berarrti tidak adil .
KEADILAN
SOSIAL
-
Pada
pancasila khususnya sila ke 5 adanya kesejahteraan sebagai salah satu dasar
Negara, tidak ada kemiskinan didalam Indonesia merdeka .
-
Keadilan
sosial dalah langkah untuk melaksana kan Indonesia yang adil dan makmur , yaitu
dalam bidang ekonomi dapat mencapai kemakmuran yang merata .
-
Sila
ke 5 mengandung prinsip setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil di bidang
hokum dan kenudayaan .
UNTUK
MEWUJUDKAN KEADILAN
Perbuatan dan
sikap dapat dipupuk :
1.
Perbuatan
luhur yang mencermikan sikap kekeluargaan dan kegotoroyongan
2.
Sikap
adil antar sesame menjaga kesiimbangn antara hak dan kewajiban serta menghormati
hak orang lain
3.
Sikap
yang suka member pertolongan terhadap orang memerlukan nya
4.
Sikap
suka bekerja keras
5.
Sikap
menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat
MACAM MACAM
KEADILAN
1.
KEADILAN
LEGAL / KEADILAN MORAL
2.
KEADILAN
DISTRI BUTIF
3.
KEADILAN
KOMULATIF
KEJUJURAN
Jujur ialah
apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya , apa yang dikatan
sesuai dengan kenyataan yang ada , jujur
juga berarti bersih hatinya dari
perbuatan yang dilarang agama , hukum untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan
yaitu aoa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya , dan jujur juga
seperti menepati janji
KECURANGAN
Curang
idientik dengan ketidakjujuran atau sama dengan licik, curang artinya apayang
diingikan tidak sesuai dengan hati nuraninya kecurangan juga menyebabkan
manusia serakah , tamak, inngin menimbun kekayaan serta perbuatan yang sejenis dengan perbuatan
curang misalnya : bohong , menipu , merampas , memlasukan
BAB VIII
MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Ialah pendapat
atau pertimbangan hasil p[emikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah
menurut waktu dan tempat hisupnya yabg dijadikan pegangan , pedoman , arahan ,
petunjuk hidup dan dengan demikian pandangan hidup bukan timbul dengan seketika
melaikan melalui proses dan waktu yang lama hingga hasil pemikiran itu dapat
diuji kenyataannya, dan dapat di terima oleh akal sehat .
Pendangan
hidup memiliki ragama bentuk sbagai berikut :
1.
Pandangan
hidup berasal dari agama : pandangan yang mutlak
2.
Pandangan
hidup yang berupa ideologi : pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan
dan norma yang terdapat pada Negara tersebut
3.
Pandangan
hidup hasil renungan : pandangan hidup yang relative kebeneran
UNSUR UNSUR
PANDANGAN HIDUP
-
CITA
CITA
Harapan dan tujuan yang merup[akan apa yang mau
diperolah oleh seseorang pada masa mendatng , dengan demikian cita cita
merupakan pandangan masa depan , pandangan hidup yang akan datang
UNTUK
MENCAPAI CITA CITA DIPENGARUHI OLEH 3 FAKTOR
1.
FAKTOR
MANUSIA
2.
FAKTOR
KONDISI
3.
FAKTOR
TINGGINYA CIT CITA
-
KEBAJIKAN
Perbuatan
yang mendaytangkan kebaikan pada hakekatnya
sama dengan perbuatan moral , perbuatan yang sesuai dengan norma norma etika
1.
Manusia
adalah seorang pribadi : yaitu mepunyai pendapat sendiri , dan mencintai diri
sndiri oleh sebab itu sering mementingkan diri sendiri .
2.
Manusia
juga mahluk sosial : yaitu manusia hidup
bermasyarakat , saling membutuh kan dan saling menolong begitu juga hal negative nya juga saling
mencurigai dan saling merugikan diri
sendiri
KEBAJIKAN ADA
3 :
-
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK PRIBADI
-
MANUSIA
SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT
-
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN
USAHA
PERJUANGAN
Yaitu kerja
keras untuk mewujudkan cita cita .
Setiap
,manusia harus bekerja keras untuk kelanjutan hidupnya , hidup manusia adalah
usaha atau perjuangan . missal nya bila
manusia bercita cita menjadi kaya maka harus bekerja keras
Kerja keras
dapart dilakukan dengan :
-
Otak
-
Tenaga
BAB
X
MANUSIA dan KEGELISAHAN
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Ialaha
perasaan yang tidak aman , khawatir dan
tidak tentram sehingga timbul rasa kegelisahan
Dan
kegelisahan juga ekspresi dari kecemasan seseorang
MACAM
MACAM KEGELISAHAN
-
Kecemasan Kenyataan : yaitu kecemasan akibat dari
pengalaman atau bahaya dari luar
-
Kecemasan
Neorotis : yaitu kecemasan karena
pengamatan tentang bahaya dari naruliah
-
Kecemasan
Moril : yaitu kecemasan dari pribadi seseorang memiliki beberapa emosi : Benci
, dendam , dan dengki
CARA MENGATASI
KEGELISAHAN
1.
Dari
diri sendiri
2.
Memerlukikan
sedikit pemikiran
BAB
5
Manusia
dan keindahan
Kata keindahan berasal dari kata
indah, artinya bagus, permai, cantik, elok. Benda yang mempunyai sifat indah
ialah segala seni, pemandangan alam, manusia, warna, suara, dsb. Keindahan
adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan, keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak
indah.
Keindahan juga bersifat universal,
artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode,
kedaerahan atau lokal.
Kontemplasi dan ekstansi
Keindahan dapat dinikmati menurut
selera seni dan selera biasa, keindahan yang didasarkan pada selera seni
didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam
diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam
diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.
Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat,
mendengar.
Bab
6
Manusia
dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata
derita.Kata derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau
menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah
merupakan “resiko” hidup.
Siksaan dapat diartikan sebagai
siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohkhani. Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental
dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiawan akibat ketidakmampuan seseorang
menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersngkutan bertingkah
secara kurang wajar.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat
manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup
ditakdiran bukan hannya untuk bahagia, melainkan juga menderita.
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut:
* Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia.
* Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.
* Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia.
* Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.
Trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan
mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang
diinginkan. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat
emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi
atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya. Regresi adalah
kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan. Fiksasi adalah
peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan
membisu. Proyeksimerupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan
kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain. Identifikasiadalah
menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya. Narsisme adalah
self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih
superior dari pada orang lain.Autisme ialah menutup diri secara
total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas
dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
BAB
9
Manusia
dan tanggung jawab
Tanggung jawab adalah keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung
akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja, tanggung jawab juga
berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Macam-macam tanggung jawab yaitu :
· Tanggung
jawab terhadap diri sendiri.
· Teanggung
jawab terhadap keluarga.
· Tanggung
jawab terhadap masyarakat.
· Tanggung
jawab terhadap bangsa/negara.
· Tanggung
jawab terhadap tuhan.
Pengabdian dan pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa
pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik
untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Pengabdian adalah perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta,
dan juga kasih sayang. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung
jawab, lain halnya jika membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai
berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Pengorbanan berasal dari kata korban
yang artinya persembahan untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan dalam arti
pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita
membaca atau mendengarkan khotbah.
BAB
11
Manusia
dan harapan
Harapan bergantung pada pengetahuan,
pengalaman, lingkungan hiidup dan kemampuan, berhasil atau tidaknya suatu
harapan tergantung pada usaha seseorang dan juga harus berdasarkan kepercayaan
masing masing.
Sedangkan sebab manusia mempunyai
harapan yaitu :
· Dorongan
kodrat.
· Dorongan
kebutuhan hidup.
· Kelangsungan
hidup.
· Keamanan.
· Hak
dan kewajiban mencintai dan dicintai.
· Status.
· Perwujudan
cita-cita.
Kepercayaan adalah hal-hal yang
berhubungan dengan sebuah pengakuan atau sebuah keyakinan akan kebenaran. Dr.
Yuyun Suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang
kebenaran :
1. Teori koherensi: suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2. Teori Korespondensi: teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori Pragmatis: Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Referensi :
Buku Ilmu Budaya Dasar oleh Widya Nugroho dan Achmad Muchji
diterbitkan oleh Universitas Gunadarma






0 komentar:
Posting Komentar