REVIEW JURNAL
SISTEM PAKAR
“PERANCANGAN
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU
OBSTURKTIF
KRONIK DENGAN MENGGGUNAKAN
METODE
BAYES”
Firman Maulana
Nomor: 2, Agustus 2014
Abstrak
Dengan
perkembangan yang semakin cepat, sering sekali kesehatan menjadi kendala dalam
kehidupan sehari-hari. Banyak macam cara untuk mendeteksi namun banyak yang
memerlukan waktu yang lama dan hasil yang kurang efektif.
Sistem pakar
(Expert System) adalah program komputer yang merupakan cabang dari penelitian
ilmu komputer yang disebut kecerdasan buatan. Melalui pengolahan citra maka
memudahkan dalam mendiagnosa penyakit paru obstruktif kronik. Tentunya juga
memerlukan proses identifikasi yang akurat untuk memberikan hasil keputusan
mengenai kondisi Metode identifikasi yang digunakan adalah metode bayes.
Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk mencari suatu alternatif mendapatkan
informasi mengenai gejala penyakit paru obstruktif kronik.
Kata kunci : Sistem
pakar, Metode Bayes, Paru, PPOK
1.
Pendahuluan
Adanya gejala-gejala yang dihadapi oleh pasien dalam
sulitnya memutuskan penyakit, pasie juga tidak bisa memberi kesimpulan sendiri
ataspenyakit yang dideritanya serta membutuhkan biaya dan juga waktu jika
konsultasi dengan dokter dan sulit dikembangkan atas keterbatasan maupun ketersediaan
seorang pakar.
Tujuannya adalah untuk
melakukan diagnosis penyakit paru obstruktif kronik yang mampu membuat suatu
keputusan yang sama, sebaik danseperti pakar, menerapkan metode Bayes dalam
perancangan sistem pakar untuk diagnosis penyakit paru obstruktif kronik dan
merancang suatu sistem pakar yang dapat digunakan untuk mendiagnosis suatu
jenis penyakit berdasarkan gejala yang dirasakan user, sehingga user menemukan
solusi atas permasalahan yang dihadapi.
2.
Landasan
Teori
Penerapan Metode
Bayes
User terkena penyakit paru
obstruktif kronik jika mengalami gejala-gejala dengan:
a. Probabilitas user terkena P,
jika mengalami G1 G2
b. Probabilitas mengalami G1,G2
G3
c. Probabilitas user terkena P,
jika mengalami G1,G2,G3 G4
d. Probabilitas mengalami
G1,G2,G3,G4 G5
e. Probabilitas user terkena P,
jika mengalami G1,G2,G3,G4,G5.
Keterangan:
P(G1|G2) = (P(G1|G2)
x P(G1)/P(G2))
3.
Tampilan
hasil output & Pembahasan
Tampilan
halaman depan
Halaman utama untuk user bisa mengkases sistem
tersebut
Tampilan
Diagnosa
Untuk menampilkan gejala-gejala penyakit
Tampilan
Hasil diagnosa
Hasil dari gejala yang di pilih oleh user
Kesimpulan
& Saran
Kesimpulan
1. Penelitian ini telah berhasil
menghasilkan sistem pakar untuk diagnosis penyakit paru obsruktif kronik
menggunakan metode bayes.
2. Berdasarkan hasil pengujian
sistem yang dilakukan untuk menentukan derajat gejala yang dialami oleh pasien.
3. Sistem pakar diagnosis
penyakit paru obstruktif kronik dengan metode bayes dapat menyelesaikan masalah
diagnosis penyakit paru obstruktif kronik, karena dapat memberikan hasil diagnosis
dengan cepat beserta nilai probabilitas kemunculan dari setiap jenis gejala.
Saran
1. Sistem pakar diagnosis
penyakit leukemia dapat dikembangkan lanjut dengan menambahkan gejala yang
lebih spesifik dan pertanyaan yang lebih terarah.
2. Untuk kedepannya, bayes
dapat dikembangkan menjadi metode untuk memecahkan masalah yang lebih
kompleks.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] T.Sutojo, 2011, Kecerdasan
Buatan, Jakarta,Penerbit Andi
[2] Mesran, 2009, Visual
Basic
[3] http://www.scribd.com/doc/55713517/Metode-Bayes
(diakses tanggal 31 Mei 2012)
[4] Perhimpunan
Dokter Paru Indonesia, Juli 2011, Edisi Buku Lengkap
[5] Al Bahra Bin
Ladjmudin, 2006
sumber : https://doc-14-2o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/ha0ro937gcuc7l7deffksulhg5h7mbp1/d8bu9475bn6hphob6aha8pjb8hdh62hp/1481515200000/13672396108590386956/*/0B0EdWn-d3T9xN21SNGZmd3ZKWjQ?e=download






0 komentar:
Posting Komentar